Ajaran Dasar Lutheran: Pemahaman Menyeluruh tentang Iman, Doktrin, dan Praktik

Pendahuluan

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh ajaran dasar dalam Lutheranisme  mulai dari pemahaman tentang Allah, keselamatan, gereja, sakramen, hingga kehidupan Kristen sehari-hari. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam dan terstruktur bagi siapa saja yang ingin mengenal atau mengajarkan dasar iman Lutheran kepada jemaat, murid, atau masyarakat umum.

Sola Gracia, Sola Fide, Sola Scriptura

 
1.   Sumber Teologi Lutheran: “Alkitab sebagai Otoritas Tertinggi”

Sola Scriptura (Hanya Kitab Suci)

Ajaran dasar Lutheran menegaskan bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya sumber dan norma tertinggi dalam hal iman dan moralitas. Ini berarti bahwa semua doktrin gereja harus berasal dari Alkitab dan diuji berdasarkan firman Tuhan.

Martin Luther sangat menolak ajaran-ajaran gereja yang tidak memiliki dasar biblika. Ia menegaskan bahwa hanya Alkitab (Sola Scriptura) yang memiliki otoritas atas ajaran dan kehidupan orang Kristen, bukan tradisi gereja atau otoritas kepausan.

2.   Ajaran tentang Keselamatan: Dibenarkan oleh Iman

Sola Fide (Hanya oleh Iman) dan Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah)

Lutheranisme mengajarkan bahwa keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan baik atau usaha manusia, melainkan semata-mata oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Ini dikenal dengan istilah pembenaran oleh iman (justification by faith alone).

Luther mengutip Roma 1:17 sebagai dasar teologis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Pembenaran adalah tindakan Allah yang menyatakan orang berdosa sebagai benar karena iman mereka kepada Kristus, bukan karena kebaikan atau usaha mereka sendiri.

3.   Hukum dan Injil: Dua Fungsi Firman

Dalam teologi Lutheran, pemahaman tentang Hukum dan Injil sangat penting. Keduanya merupakan dua cara Allah berbicara kepada manusia:

-        Hukum (Law) menunjukkan dosa manusia dan kebutuhan akan keselamatan.

-        Injil (Gospel) menyatakan janji keselamatan melalui Yesus Kristus.

Pembagian ini membantu dalam pengajaran dan pengkhotbah agar tidak mencampuradukkan perintah dan janji Allah. Hukum menuntun manusia pada pertobatan, sementara Injil memberikan penghiburan dan harapan.

4.   Ajaran tentang Allah Tritunggal

Lutheranisme mengakui doktrin Tritunggal sebagaimana dijelaskan dalam Pengakuan Iman Nicea dan Athanasius:

-        Allah Bapa, pencipta langit dan bumi.

-        Allah Anak, Yesus Kristus, Penebus manusia.

-        Allah Roh Kudus, Pengudus dan Pemelihara iman.

Tritunggal bukan tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga pribadi. Ajaran ini adalah inti dari pemahaman Allah dalam iman Kristen.

5.   Kristologi: Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat

Dalam ajaran Lutheran, Yesus Kristus adalah inti dari keselamatan. Ia adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, yang datang ke dunia untuk menebus dosa manusia melalui pengorbanan di kayu salib.

Teologi Salib (Theologia Crucis) adalah konsep penting dalam Lutheranisme, yang menekankan bahwa kemuliaan Allah justru dinyatakan dalam penderitaan dan kematian Kristus.

6.   Doktrin Tentang Manusia dan Dosa

Teologi Lutheran mengajarkan bahwa manusia sejak kejatuhan Adam telah terikat dalam dosa asal (original sin) dan tidak dapat menyelamatkan diri sendiri.

Dosa bukan hanya tindakan lahiriah, melainkan kondisi hati manusia yang membelok dari kehendak Allah. Oleh sebab itu, keselamatan tidak bisa dicapai melalui perbuatan baik, melainkan hanya melalui karya penebusan Kristus.

7.   Dua Sakramen: Baptisan dan Perjamuan Kudus

Lutheranisme mengakui dua sakramen yang ditetapkan oleh Kristus:

a. Baptisan (Baptism)

       Memberikan pengampunan dosa, kelahiran baru, dan Roh Kudus.

       Dapat diberikan kepada anak-anak maupun orang dewasa.

       Berdasarkan Matius 28:19 dan Kisah Para Rasul 2:38.

b. Perjamuan Kudus (Ekaristi)

       Kehadiran nyata tubuh dan darah Kristus “dalam, dengan, dan di bawah” rupa roti dan anggur (doctrine of real presence).

       Menjadi sarana pengampunan dan persekutuan dengan Kristus.

8.   Pengakuan Iman dan Buku Concord

Lutheranisme sangat menekankan pengakuan iman sebagai dasar pengajaran. Buku Condord (Book of Concord, 1580) adalah kumpulan dokumen resmi gereja Lutheran, termasuk:

       Pengakuan Augsburg (1530)

       Penjelasan Katekismus Kecil dan Besar (1529)

       Formula Konkordia (1577)

Semua dokumen ini menjelaskan secara sistematis doktrin Lutheran berdasarkan Kitab Suci.

9.   Etika Kristen dan Vokasi

Lutheran menekankan bahwa iman yang sejati akan menghasilkan buah perbuatan baik. Perbuatan baik bukan dasar keselamatan, tetapi hasil dari iman yang hidup.

Konsep vokasi (panggilan) adalah salah satu kontribusi besar dari teologi Lutheran: semua pekerjaan yang dilakukan dengan iman dan kasih adalah pelayanan kepada Allah, baik itu sebagai petani, guru, orang tua, maupun pemimpin.

10. Gereja: Persekutuan Orang Percaya

Gereja menurut Lutheran adalah:

"Persekutuan orang kudus, di mana Injil diberitakan secara murni dan sakramen dilayankan sesuai perintah Kristus."

Lutheranisme tidak mengakui supremasi paus sebagai pemimpin gereja. Kepala Gereja yang sejati adalah Kristus, dan setiap orang percaya adalah imam dalam pengertian rohani (priesthood of all believers) tetapi dari imamat yang rajani tersebut Allah memilih dan menetapkan pelayan khusus yang disebut pendeta/ pastor untuk melakukan pelayanan publik, yang memberitakan injil dan sakramen dengan benar dan kemurnian.

11. Liturgi dan Musik

Liturgi dalam gereja Lutheran mempertahankan banyak elemen dari tradisi Katolik tetapi dimurnikan dari unsur-unsur yang bertentangan dengan Injil.

Martin Luther sendiri adalah komponis himne terkenal seperti A Mighty Fortress Is Our God. Musik adalah sarana penting dalam pengajaran dan peribadatan dalam Lutheranisme.

12. Pandangan tentang Pemerintahan dan Hukum

Lutheranisme memiliki doktrin tentang dua kerajaan (two kingdoms):

       Kerajaan Allah: memerintah melalui Firman dan sakramen.

       Kerajaan dunia: memerintah melalui hukum dan pemerintahan.

Orang Kristen dipanggil untuk taat kepada pemerintah sebagai bagian dari pelayanan kepada Allah, selama pemerintah tidak bertentangan dengan kehendak-Nya.

13. Perbedaan Lutheran dengan Denominasi Lain

       Dengan Katolik: Lutheran menolak otoritas Paus dan ajaran tentang api penyucian.

       Dengan Calvinis: Lutheran percaya pada kehadiran nyata dalam Perjamuan Kudus, sementara Calvinis menganggapnya simbolis.

       Dengan Baptis: Lutheran membaptis bayi, sedangkan Baptis hanya membaptis orang dewasa yang menyatakan iman.

14. Pendidikan dan Pengajaran

Luther sangat menekankan pendidikan, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Katekismus Kecil dirancang agar orang tua dapat mengajar anak-anak mereka di rumah. Gereja Lutheran tetap konsisten mendukung pendidikan berbasis iman.

15. Tantangan Kontemporer dan Relevansi Ajaran Lutheran

Dalam dunia modern, ajaran Lutheran menghadapi tantangan pluralisme, sekularisme, dan relativisme moral. Namun prinsip-prinsip dasarnya tetap relevan:

       Kebenaran hanya ditemukan dalam Kristus.

       Keselamatan adalah anugerah.

       Setiap panggilan hidup dapat menjadi ladang pelayanan.

Kesimpulan

Ajaran dasar Lutheran merupakan warisan yang kaya dari Reformasi Protestan dan tetap menjadi fondasi kuat bagi kehidupan iman Kristen hingga hari ini. Dengan menekankan Alkitab sebagai dasar, iman sebagai jalan keselamatan, serta kehidupan kudus dalam kasih, Lutheranisme menawarkan pengajaran yang mendalam, rasional, dan penuh pengharapan bagi dunia yang terus berubah.

Soli Deo Gloria :) 

 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ajaran Dasar Lutheran: Pemahaman Menyeluruh tentang Iman, Doktrin, dan Praktik"

Posting Komentar